Skip to content

Transfer Djed Spence ke Inter Milan: Negosiasi Kian Maju

Inter Milan tengah berada dalam tahap negosiasi lanjutan untuk merekrut bek sayap Tottenham Hotspur dan timnas Inggris, Djed Spence. Transfer Djed Spence ke Inter Milan ini kabarnya akan menelan biaya minimal £25,6 juta atau setara 30 juta euro. Pemain berusia 26 tahun itu pun menjadi target utama juara bertahan Serie A pada bursa transfer musim panas ini.

Ketertarikan Inter terhadap Spence bukan tanpa alasan. Reputasinya melesat setelah tampil delapan kali bersama Inggris di Piala Dunia, termasuk turun sebagai starter di laga semifinal melawan Argentina. Meski sempat menuai kritik di awal turnamen, Spence justru tampil meyakinkan saat Inggris kalah dari Argentina di semifinal.

Djed Spence

Detail Transfer Djed Spence ke Inter Milan

Menurut laporan yang beredar, negosiasi antara Inter Milan dan Tottenham sudah memasuki tahap lanjut. Nilai transfer yang tengah dibahas diperkirakan mencapai minimal £25,6 juta atau sekitar 30 juta euro. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya Inter dalam memboyong pemain incarannya ke dalam skuad mereka.

Bagi Inter, Spence bukan sekadar pembelian biasa. Sebagai juara Serie A, mereka membutuhkan pemain berkualitas untuk menjaga konsistensi performa di musim depan. Kehadiran Spence diharapkan mampu memberi opsi baru di lini belakang sekaligus meningkatkan daya saing tim di kompetisi Eropa.

Perjalanan Karier Spence di Tottenham

Spence bergabung dengan Tottenham pada Juli 2022 setelah ditebus dari Middlesbrough dengan biaya £20 juta. Sejak saat itu, ia telah mencatatkan 85 penampilan untuk klub London utara tersebut. Pada musim lalu, bek serba bisa ini masuk dalam starting XI Tottenham sebanyak 23 kali di Premier League.

  • 85 penampilan untuk Tottenham sejak bergabung pada Juli 2022
  • 23 kali menjadi starter di Premier League musim lalu
  • Ditebus dari Middlesbrough dengan nilai transfer £20 juta

Sayangnya, musim tersebut berjalan tidak mulus bagi Tottenham yang nyaris terdegradasi. Meski begitu, kontribusi Spence di lapangan tetap terbilang penting. Kini klub mulai mencari calon pengganti andai Spence benar-benar hengkang.

Kebangkitan Spence di Piala Dunia

Piala Dunia menjadi momen kebangkitan karier Spence. Ia tampil delapan kali sepanjang turnamen dan membuktikan diri sebagai salah satu bek sayap yang konsisten di skuad Inggris. Awal turnamen memang tidak mudah karena ia sempat mendapat kritik, tetapi ia berhasil bangkit dan menunjukkan mentalitas yang kuat.

Puncaknya terjadi di babak semifinal ketika Inggris bersua Argentina. Spence dipercaya menjadi starter dan tampil impresif meski timnya harus mengakui keunggulan lawan. Penampilan itu sekaligus menjawab keraguan banyak pihak terhadap kualitasnya.

Sikap Roberto de Zerbi dan Persaingan Posisi

Menariknya, manajer Tottenham Roberto de Zerbi justru ingin mempertahankan Spence. Pada Juli lalu, De Zerbi mengungkapkan keinginannya untuk meyakinkan Spence agar bertahan di klub. Ia menilai pemain yang baru menandatangani kontrak jangka panjang tahun lalu itu sebagai bagian penting dari rencananya.

Namun, situasi di lapangan tidak sepenuhnya berpihak pada Spence. Posisi favoritnya sebagai bek kanan saat ini ditempati Pedro Porro, bek asal Spanyol yang disebut De Zerbi sebagai “yang terbaik di dunia” di perannya. Karena itu, Spence kerap dimainkan di sisi kiri, termasuk enam kali sebagai bek kiri di Piala Dunia dan 32 kali di posisi yang sama untuk Tottenham musim lalu.

Tottenham juga baru saja mendatangkan Andy Robertson dari Liverpool pada awal musim panas. Bek asal Skotlandia berusia 32 tahun itu menambah ketatnya persaingan di lini belakang Spurs. Kombinasi faktor inilah yang membuat masa depan Spence di Tottenham semakin tidak menentu.

Reaksi Fans: Pertahankan Spence

Kabar hengkangnya Spence jelas membuat sebagian pendukung Tottenham merasa khawatir. Seorang fan bernama Tim menilai keputusan melepas Spence akan menjadi langkah yang tidak masuk akal. Menurutnya, Robertson tidak akan memberi umur panjang bagi klub meski punya pengalaman dan kualitas.

Mark, fan lainnya, menyebut Spence memiliki segalanya yang dibutuhkan dari seorang bek modern. Kecepatan, kekuatan, teknik, serta hasrat bertahan dan menyerang ia sebut sebagai keunggulan utama Spence. “Dia adalah pejuang sejati untuk Inggris di Piala Dunia dan membungkam para peragu. Kami harus 100 persen mempertahankannya,” ujar Mark.

Pendapat serupa datang dari Jerome yang menilai Spence punya karakter percaya diri yang membedakannya dari pemain lain. Josephine juga melihat bukti kualitas Spence saat membela Inggris dan berharap ia bertahan. Sean bahkan menyarankan Spence dimainkan di posisi sayap sekaligus pelapis bek sayap.

Langkah Tottenham Selanjutnya

Tottenham dikabarkan sudah mulai mengidentifikasi calon pengganti Spence. Langkah ini menunjukkan bahwa pihak klub bersiap menghadapi kemungkinan ditinggalkan Spence di bursa transfer ini. Proses negosiasi dengan Inter pun masih terus berlanjut.

Di sisi lain, keputusan akhir tetap berada di tangan Spence. Ia harus memilih antara bertahan di Tottenham yang jelas menginginkannya, atau mencoba tantangan baru di Serie A bersama Inter Milan. Apapun pilihannya, keputusan ini akan sangat menentukan arah kariernya ke depan.

Singkatnya, transfer Djed Spence ke Inter Milan kini tinggal menunggu perkembangan selanjutnya dari negosiasi kedua klub. Tottenham dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan aset berharganya atau menerima tawaran dari juara Serie A. Sementara itu, para pendukung Spurs berharap manajemen mendengarkan suara mereka yang ingin Spence bertahan di Tottenham.