Derek McInnes frustrasi setelah catatan tanpa kemenangan bersama Rangers kembali berlanjut pada akhir pekan kemarin, dan ia pun menegaskan tekadnya untuk membalikkan keadaan. Ia harus menyaksikan timnya takluk 2-1 dari Hibernian pada laga perdana Scottish Premiership musim ini di Ibrox Stadium. Hasil ini menjadi pukulan lain bagi sang manajer yang baru beberapa pekan menjabat di Glasgow.
Kekalahan ini terasa berat karena McInnes sebelumnya didatangkan untuk menggantikan Danny Rohl setelah nyaris membawa Hearts meraih gelar juara Scottish Premiership musim lalu. Publik Ibrox menaruh harapan besar padanya, tetapi hasil-hasil awal justru belum berpihak pada manajer asal Skotlandia tersebut. Tekanan pun semakin besar mengingat leg kedua kualifikasi Liga Europa sudah menanti pekan depan.

Kekalahan Kedua Beruntun di Bawah Asuhan McInnes
Pada laga yang berlangsung ketat tersebut, Hibernian unggul lebih dulu melalui penalti Josh Campbell pada menit ke-12. Situasi kian pelik bagi Rangers ketika Youssef Chermiti harus ditarik keluar setelah mengalami cedera dan akhirnya dibawa keluar dengan tandu. Rentetan kejadian itu membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama.
Namun sempat ada secercah harapan di menit ke-85 ketika Miguel Chaiwa mencetak gol bunuh diri usai berusaha menghalau umpan silang Djeidi Gassama. Skor berubah imbang 1-1, dan tribun Ibrox sempat bersorak merayakan apa yang mereka kira sebagai gol penyeimbang. Sayangnya, kegembiraan itu hanya bertahan beberapa menit sebelum Callum Wright mencetak gol penentu kemenangan di masa injury time, sekaligus membuat stadion kembali senyap dan mimpi Rangers untuk meraih poin pertama musim ini sirna.
Awal Sulit McInnes di Glasgow
Perjalanan McInnes bersama Rangers memang tidak dimulai dengan mulus. Sebelum kalah dari Hibernian, timnya hanya bermain imbang pada laga pembuka musim melawan Dundee United, lalu kalah 2-1 pada leg pertama babak ketiga kualifikasi Liga Europa dari Jagiellonia Bialystok. Berikut rangkuman hasil-hasil awal Rangers di bawah asuhannya:
- Imbang melawan Dundee United pada laga pembuka Scottish Premiership
- Kalah 2-1 dari Jagiellonia Bialystok pada leg pertama kualifikasi Liga Europa
- Kalah 2-1 dari Hibernian pada matchday pertama Scottish Premiership
Dengan begitu, McInnes belum merasakan satu pun kemenangan dalam tiga laga kompetitif pertamanya sebagai manajer Rangers. Padahal ekspektasi di Ibrox sangat tinggi setelah keputusan klub menunjuknya untuk menggantikan Danny Rohl. McInnes datang dengan reputasi segar setelah hampir membawa Hearts menjadi juara liga musim lalu, tetapi kenyataan di lapangan berkata lain dan ia kini harus segera mencari solusi.
McInnes Frustrasi: “Kami Layak Dapat Lebih dari Ini”
Berbicara kepada BBC Sportsound, McInnes tidak menutupi kekecewaannya dan dengan tegas menyebut timnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik. “Ini menyakitkan karena kami datang ke sini untuk menang dan kami memang menargetkan kemenangan,” ujarnya. “Kami layak mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dari yang kami terima. Saya merasa kami adalah tim yang lebih baik di lapangan.”
McInnes juga menyoroti semangat anak asuhnya yang tidak menyerah hingga peluit akhir. “Ada beberapa hal positif, dan saya suka cara tim tidak pernah menyerah dan terus berjuang untuk menang. Respons tim di akhir pertandingan luar biasa,” katanya. Namun ia pun mengakui permainan timnya masih belum cukup tajam dan terlalu lamban dalam membangun serangan.
“Kami mungkin perlu lebih sering bermain seperti itu, mengarahkan bola ke depan, mengaitkan permainan dengan para striker lebih cepat, dan memainkan tempo yang lebih baik. Semuanya masih terasa lamban,” tambahnya. Ia menegaskan timnya harus segera bangkit dan tidak larut dalam kekecewaan. “Yang harus kami lakukan sekarang adalah menghapus kekecewaan ini karena ini memang pukulan berat bagi kami.”
Frustrasi Suporter yang Sudah Menumpuk 15 Tahun
McInnes mengaku sangat memahami kekesalan pendukung Rangers, yang sudah lama menanti momen juara. “Saya turut merasakan frustrasi ini. Sudah 15 tahun lamanya kekecewaan menumpuk di sini. Satu-satunya gelar liga yang diraih klub terjadi saat tidak ada suporter di stadion, jadi para fans bahkan belum pernah menyaksikan klubnya juara,” tuturnya.
Meski demikian, McInnes tetap optimistis bahwa perbaikan akan segera datang. “Saya bertekad untuk memperbaiki semua ini dan saya yakin kami akan melakukannya. Ini memang awal yang buruk, dan kami memahaminya,” tegasnya. Pernyataan itu setidaknya menunjukkan bahwa sang manajer belum kehilangan keyakinan meski tekanan mulai terasa.
Perbandingan dengan Russell Martin dan Tanda-tanda Perbaikan
Start buruk ini langsung memunculkan perbandingan dengan masa singkat Russell Martin sebagai pelatih Rangers tahun lalu. Martin gagal memenangkan lima laga liga pertamanya dan tersingkir dari babak kualifikasi Liga Champions, sehingga pria asal Inggris itu hanya bertahan sekitar empat bulan di kursi manajer. Jika McInnes tidak segera bangkit, bukan tidak mungkin ia akan menghadapi nasib serupa.
Namun ada sedikit kabar baik yang bisa dipegang McInnes dari laga kontra Hibernian. Sepanjang pertandingan, total expected goals (xG) Rangers tercatat 2,05 dari 25 tembakan, meski hanya sembilan yang mengarah ke gawang. Sementara Hibernian mencatat xG 1,74 dari delapan percobaan, yang berarti tuan rumah sebenarnya lebih dominan dalam menciptakan peluang.
McInnes yakin performa timnya tidak seburuk yang dibayangkan banyak orang. “Kami bersalah karena menyia-nyiakan peluang di babak pertama dan tidak cukup sering mengoper bola ke depan. Saat bola masuk ke area striker, kami jauh lebih efektif, dan gol penyeimbang itu memang layak kami dapatkan. Saya tidak bisa menyalahkan usaha para pemain,” pungkasnya.
Pekerjaan Rumah Menjelang Leg Kedua Liga Europa
Salah satu masalah yang tengah dihadapi McInnes adalah kebugaran para pemainnya. Ia menjelaskan timnya sedang berupaya memulihkan sejumlah pemain ke level kebugaran yang sama. “Saat ini kami mencoba memulihkan para pemain ke level kebugaran yang sama dan mengelola situasi itu,” ucapnya.
Kekalahan ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar menjelang leg kedua kualifikasi Liga Europa melawan Jagiellonia Bialystok pada Kamis pekan depan. McInnes butuh kemenangan cepat untuk meredam tekanan dan mengembalikan kepercayaan para pendukung setia Ibrox. Apakah ia mampu memutus rentetan hasil buruk ini, atau justru mengikuti jejak Martin yang hanya bertahan empat bulan? Waktu yang akan menjawab.
