Papan asli bertuliskan “This Is Anfield” yang selama puluhan tahun tergantung di terowongan Stadion Anfield, markas Liverpool FC, resmi terjual dalam sebuah lelang dengan harga £115.000. Angka itu jauh melampaui perkiraan awal rumah lelang Budds, yang hanya memasang estimasi sekitar £15.000, sehingga harga jualnya nyaris delapan kali lipat dari nilai taksiran tersebut.
Bagi kalangan pendukung Liverpool, papan ini bukan benda biasa. Tulisan itu menggantung di atas lorong menuju lapangan, dan para pemain The Reds secara turun-temurun menyentuhnya sebelum bertanding sebagai bagian dari ritual. Papan tersebut juga menjadi saksi era kejayaan awal klub, termasuk ketika nama Bill Shankly masih menjadi sosok sentral di balik berbagai keputusan penting di Anfield.

Papan This Is Anfield Terjual Hampir Delapan Kali Estimasi
Berdasarkan keterangan pihak lelang, harga penawaran tertinggi memang berhenti di angka £115.000. Namun total akhir yang harus dibayar pembeli mencapai £149.500 setelah ditambah komisi lelang serta pajak pertambahan nilai (PPN). Selisih antara estimasi dan hasil akhir inilah yang membuat proses lelang berjalan jauh lebih ramai dari perkiraan semula.
Budds menyebut hasil tersebut sebagai “harga rekor” untuk kategori papan interior stadion olahraga mana pun di Inggris. Artinya, tidak ada benda sejenis dari stadion lain di negara itu yang pernah terjual dengan nilai setinggi ini. Pencapaian itu sekaligus menempatkan papan Anfield pada level tersendiri di pasar memorabilia olahraga Inggris.
Meski demikian, identitas pemilik baru papan tersebut hingga kini belum diketahui. Pihak lelang tidak mengungkap siapa sosok di balik penawaran tertinggi itu. Nama pembeli pun tidak masuk dalam informasi resmi yang dirilis ke publik.
Kisah di Balik Nama: Peran Bill Shankly dan Pesan Intimidasi
Papan ini lahir dari sebuah gagasan yang cukup panjang. Budds mengungkapkan bahwa seorang petugas lapangan (groundsman) lebih dulu mengusulkan ide pemasangan papan itu kepada sekretaris klub, Peter Robinson. Usulan awal tersebut kemudian mengalami perubahan setelah Bill Shankly mengusulkan kalimat “This Is Anfield” sebagai penggantinya.
Menurut catatan yang sama, Shankly sempat menolak opsi “Welcome To Anfield” karena dinilai terlalu bersahabat untuk menyambut tim tamu. Pada 1972, ia memilih kata-kata yang akhirnya bertahan puluhan tahun dan menjadi salah satu ikon paling dikenang dalam sejarah klub.
Tujuan pemasangan papan itu punya dua sisi. Shankly ingin mengingatkan para pemain Liverpool siapa yang mereka wakili setiap kali melangkah ke lapangan. Di saat yang bersamaan, papan itu dirancang sebagai bentuk intimidasi bagi tim tamu yang berjalan keluar menuju lapangan.
Mantan pemain The Reds, George Scott, menuturkan bagaimana Shankly ingin setiap pemain lawan yang melewati kolong papan itu menyadari situasi yang menanti mereka. Dalam penggambarannya, pemain lawan harus tahu bahwa mereka “masuk ke dalam kuali dan tidak akan keluar dengan kemenangan”. Kalimat itu memperkuat kesan bahwa papan tersebut bukan sekadar hiasan dinding di terowongan.
Perjalanan Papan Setelah Angkat dari Terowongan Anfield
Papan asli itu dicopot dari tempatnya pada dekade 1970-an. Setelah dilepas, benda tersebut diberikan kepada Ronald Wilson, mantan anggota tim pemuda klub. Sebelum sampai ke tangannya, mantan pemain Roy Evans — yang kemudian menangani Liverpool pada 1994 hingga 1998 — disebut menjadi pihak yang menyerahkan papan itu kepada Wilson.
Selama lebih dari 20 tahun, keluarga Wilson memajang papan tersebut di sebuah hotel di Isle of Man. Tepatnya, papan itu dipamerkan di Rutland Hotel milik keluarganya di Douglas sejak 1979 hingga 2000, sebelum akhirnya berpindah ke anak-anak Wilson. Setelah masa itu, papan tersebut sempat dipajang di kantor putranya sampai ia pensiun pada awal 2026.
Meski sudah tidak berada di Anfield, papan itu sempat menyaksikan momen penting dalam sejarah klub. Papan tersebut masih berada di stadion saat Liverpool meraih dua kemenangan Piala Eropa pertamanya pada 1977 dan 1978.
Jejak Pemain Legendaris di Depan Papan
Papan itu juga lekat dengan wajah-wajah besar yang membela Liverpool pada akhir dekade 1970-an. Budds mencatat sejumlah pemain terkenal, termasuk Alan Hansen, Kenny Dalglish, dan Frank McGarvey, pernah berfoto dengan latar papan tersebut setelah bergabung dengan klub antara 1977 dan 1979. Foto-foto itu kini menjadi bagian dari dokumentasi sejarah yang menambah nilai emosional benda tersebut.
Mengapa Papan Ini Bernilai Sangat Tinggi bagi Kolektor
David Convery, kepala divisi memorabilia olahraga di Budds, menilai papan tersebut dan proses lelangnya sebagai sesuatu yang “sangat berkesan”. Menurutnya, setiap memorabilia olahraga memang membawa sebagian magis dari permainan dan para pemainnya. Namun, ia menekankan bahwa papan Anfield beserta takhayul yang menyertainya menambahkan sesuatu yang “melampaui luar biasa”.
Pernyataan itu menjelaskan mengapa harga jualnya bisa jauh menembus estimasi. Nilai sebuah memorabilia tidak hanya ditentukan oleh bahan atau usianya, tetapi juga oleh cerita, ritual, dan makna kolektif yang melekat padanya. Pada kasus papan ini, ketiga unsur tersebut bertemu dalam satu benda yang dikenali luas oleh penggemar sepak bola di berbagai belahan dunia.
Faktor kelangkaan turut berperan. Papan aslinya sudah lama tidak berada di Anfield, dan selama puluhan tahun hanya dipajang di lingkungan terbatas di Isle of Man. Kondisi itu membuat keberadaannya jarang terlihat publik, sehingga momentum lelang menjadi kesempatan yang tidak datang dua kali bagi para kolektor.
Konteks Lebih Luas: Pasar Memorabilia Olahraga yang Semakin Panas
Lelang ini memperlihatkan bahwa pasar memorabilia sepak bola Inggris terus bergerak ke level harga yang makin tinggi. Kategori papan interior stadion, yang sebelumnya jarang menjadi sorotan, kini mencatat rekor tersendiri berkat penjualan ini. Pencapaian tersebut bisa menjadi acuan baru bagi rumah-rumah lelang lain ketika menilai benda-benda bersejarah dari stadion.
Bagi Liverpool, perpindahan papan ini menandai berakhirnya satu babak panjang yang menghubungkan terowongan Anfield dengan sebuah hotel di Isle of Man. Tradisi menyentuh papan sebelum pertandingan sendiri tetap berjalan di stadion, meski benda yang dilelang kali ini adalah versi aslinya. Dengan identitas pembeli yang masih dirahasiakan, belum diketahui apakah papan itu akan dipamerkan kembali ke publik atau disimpan sebagai koleksi pribadi.
Kesimpulan
Papan “This Is Anfield” terjual £115.000, atau hampir delapan kali estimasi £15.000, dengan total £149.500 setelah komisi dan PPN. Angka itu tercatat sebagai rekor untuk papan interior stadion olahraga di Inggris. Di balik harganya, papan tersebut menyimpan sejarah panjang: dipilih Bill Shankly pada 1972 sebagai pengingat sekaligus alat intimidasi, dicopot pada dekade 1970-an, lalu tersimpan puluhan tahun di keluarga Ronald Wilson hingga akhirnya dilelang.
Yang tersisa sekarang adalah kenangan dan tradisi yang tetap hidup di Anfield. Papan aslinya mungkin sudah berpindah tangan ke pemilik yang belum diketahui identitasnya, tetapi maknanya sebagai simbol tekanan bagi tim tamu dan kebanggaan bagi para pemain Liverpool tidak ikut berpindah.
