Skip to content
Situs berita bola

Berita sepakbola dan olahraga

Duel Celtic vs Hearts Jadi Sorotan Scottish Premiership

Duel Celtic vs Hearts menjadi pertarungan paling dinanti pada pekan ini di Scottish Premiership. Kedua tim yang finis sebagai dua teratas musim lalu itu juga menjadi satu-satunya wakil Skotlandia yang masih tersisa di kompetisi Eropa, dan keduanya akan saling berhadapan pada Minggu setelah sama-sama menelan kekecewaan pada Kamis.

Pekan ini tidak hanya soal laga tersebut. Empat pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dengan kickoff pukul 15.00 BST, sebelum Dundee menjamu Rangers — tim yang berharap kemenangan bisa mengangkat mereka ke atas rival satu kotanya sekaligus menekan posisi Celtic di puncak klasemen. Dari perburuan gelar hingga tekanan di papan bawah, berikut hal-hal yang layak dicermati.

Celtic vs Hearts

Celtic vs Hearts: Duel Tim Papan Atas di Scottish Premiership

Celtic menyambut Hearts dengan keunggulan dua poin di puncak klasemen. Mereka juga telah memenangi 14 dari 15 pertandingan liga terakhir dan mencetak minimal dua gol pada 11 laga di antaranya, sehingga secara statistik tetap layak dijagokan. Hearts sendiri berada di urutan ketiga dan terpaut lima poin, jadi laga ini menjadi kesempatan mereka memangkas jarak sekaligus membuktikan ambisi gelar yang terus dibangun musim ini.

Menariknya, kekuatan kedua tim justru saling bertolak belakang dalam soal pertahanan dan serangan. Bersama Rangers, Hearts menjadi tim yang paling sedikit menghadapi percobaan gol lawan di Premiership musim ini, sementara Celtic merupakan tim dengan percobaan gol terbanyak. Artinya, duel ini akan menguji seberapa kokoh lini belakang tim tamu ketika berhadapan dengan tim paling agresif menyerang di liga.

Ada pula sinyal perubahan di lini depan Celtic. Manajer Martin O’Neill disebut mulai kehilangan kesabaran terhadap Kasper Hogh dan memberi petunjuk bahwa Camilo Duran akan ditarik dari sayap untuk mengisi posisi tengah menggantikan penyerang asal Denmark yang tengah kesulitan mencetak gol itu. Pergantian ini bisa mengubah cara Celtic menekan sejak awal laga.

Bayang-Bayang Kekalahan di Lisbon

Kemenangan meyakinkan Celtic atas Motherwell pada Minggu lalu langsung tertutup oleh kekalahan 4-1 dari Benfica di Liga Europa pada Kamis. Hasil itu membuat Celtic mencatat empat kekalahan dalam lima pertandingan terakhir, sebuah catatan yang jarang terjadi bagi klub sebesar mereka. Tekanan pun kembali menumpuk menjelang laga melawan Hearts.

Sebelumnya, sang manajer bahkan sempat mempertimbangkan posisinya sekitar dua pekan lalu sebelum memutuskan untuk melanjutkan tugas, sementara klub juga berada dalam ketegangan dengan sebagian basis pendukungnya. Dalam situasi seperti itu, O’Neill memilih menyoroti kualitas Benfica sebagai tuan rumah dan mengambil sisi positif dari penampilan babak kedua Celtic yang dinilai lebih baik di Lisbon.

Meski begitu, konteks kekalahan tersebut perlu dilihat lebih jernih. Selain Benfica, kekalahan lain Celtic datang dari Rangers yang kini berada di posisi kedua — dua kali — dan dari Ferencvaros, bukan dari tim-tim Skotlandia yang levelnya lebih rendah. Karena itu, Celtic tetap berstatus favorit kuat untuk memperlebar jarak lima poin dari Hearts pada Minggu. Pertanyaannya, apakah tambahan perjalanan jauh ke Lisbon akan terasa di kaki para pemain, mengingat pekan setelah laga Eropa sering menjadi waktu paling rentan bagi klub-klub besar?

Rekor Tandang Hearts dan Trauma di Celtic Park

Jika Hearts ingin kembali menantang gelar seperti musim lalu, kini saatnya memperbaiki catatan tandang mereka. Tim asuhan Wouter Vrancken itu hanya menang dua kali dari 11 pertandingan tandang liga terakhir, dan tidak satu pun dari laga tersebut berakhir tanpa kebobolan. Statistik semacam ini jelas menjadi ganjalan ketika mereka harus bertamu ke markas pemuncak klasemen.

Kekalahan paling menyakitkan dalam rentetan itu terjadi pada kunjungan terakhir mereka ke Celtic Park. Saat itu Celtic mengakhiri rentetan tiga laga tanpa kalah Hearts dan menyalip mereka yang telah lama memimpin klasemen pada hari terakhir musim. Meski demikian, Hearts punya modal lain: mereka pernah menang dua kali dalam enam kunjungan terakhir ke Celtic Park.

Secara keseluruhan, Hearts sedang berada dalam tren yang cukup baik dengan hanya satu kekalahan dalam 13 laga terakhir. Kendati demikian, mereka pasti kecewa karena kebobolan gol penyama kedudukan di akhir pertandingan pada laga pembuka Conference League di kandang melawan klub Denmark, Nordsjaelland. Lini depan mereka memang paling banyak mendapat pujian, dan pujian itu akan diuji di Glasgow.

Peluang Rangers Kembali ke Puncak

Rangers menyingkirkan Kilmarnock pada Sabtu lalu meski sempat tampak agak berkarat setelah jeda internasional. Kemenangan itu sempat membawa mereka mengambil alih puncak klasemen, sebelum Celtic mengembalikan keunggulan dua poin pada keesokan harinya. Karena itu, kemenangan di Dens Park akan sangat berarti untuk kembali menekan sang juara bertahan.

Modal Rangers cukup meyakinkan. Mereka tengah menapaki tujuh kemenangan beruntun dan belum terkalahkan dalam empat laga tandang Premiership musim ini, dengan tiga laga terakhir berakhir kemenangan. Selain itu, Rangers tidak pernah kalah dari Dundee dalam 20 pertemuan sejak kekalahan 2-1 pada November 2017, bahkan menang 3-0 pada dua pertemuan terakhir, termasuk saat bertandang ke Dens Park pada November lalu.

Namun Dundee bukan tim yang sama seperti beberapa tahun silam. Mereka meraih hasil imbang pada dua dari tiga pertemuan sebelum rentetan itu, dan kini di bawah mantan bek Rangers, Steven Pressley, mereka hanya kalah sekali dalam empat pertandingan serta memenangi dua laga terakhir. Hibernian, yang menang 2-1 di sana pada Agustus, menjadi satu-satunya tim yang berhasil pulang dari Dens Park tanpa kekalahan musim ini.

Dari sisi individu, Rangers datang dengan ancaman nyata. Striker Ryan Naderi telah mencetak enam gol dalam 12 pertandingan musim ini, sedangkan winger Djeidi Gassama yang kembali bersinar mencatatkan dribel terbanyak, sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan, dan pelanggaran yang diraih lebih banyak dari pemain mana pun di Premiership.

Tekanan di Papan Bawah dan Laga Lainnya

Di Aberdeen, empat laga tanpa kekalahan sampai kedatangan St Johnstone pada Minggu lalu ternyata cukup untuk memantik gerutuan pendukung. Pasalnya, tim asuhan Stephen Robinson baru menang dua kali dalam tujuh pertandingan, dan satu di antaranya diraih melalui adu penalti. Mereka juga gagal mencetak gol pada tiga laga kandang liga terakhir, dan satu lagi tanpa gol akan menyamai rentetan buruk empat laga yang pernah terjadi pada 2012.

Dua dari tiga laga tanpa gol itu terjadi melawan St Mirren, sehingga pertemuan kali ini terasa kurang menguntungkan bagi Robinson. Ia belum pernah mengalahkan klub mantan yang kini dilatih mantan asistennya itu dalam tiga percobaan, dan dua pertemuan terakhir berakhir 2-0 untuk St Mirren, baik di kandang maupun tandang. St Mirren juga menang pada empat dari tujuh kunjungan terakhir ke Pittodrie dan hanya kalah satu kali dari tujuh pertemuan terakhir, meski mereka datang dengan empat kekalahan beruntun, dua di antaranya di kandang lawan tanpa mencetak gol. Dengan Ryan Carr dari St Mirren sebagai pemain dengan percobaan tekel terbanyak dan Afeez Aremu dari Aberdeen di posisi kedua, laga ini berpotensi menjadi pertarungan ketat di lini tengah.

Di Edinburgh, Marink Reedijk masih mencari kemenangan pertamanya sebagai manajer Hibernian, dan kedatangan Falkirk ke Easter Road bisa jadi peluang yang tepat. Falkirk menjadi satu-satunya tim tanpa kemenangan tandang di Premiership musim ini dan belum menang dalam tujuh kunjungan ke Leith sejak Agustus 2014, meski lima laga di antaranya berakhir imbang. Hibs sendiri baru menang sekali dalam enam pertandingan dan belum mencatatkan clean sheet dalam delapan laga, sementara kedua tim berada di tiga terbawah liga untuk tingkat konversi peluang.

Kilmarnock yang berada di dasar klasemen juga belum menunjukkan perbaikan hasil meski manajer Neil McCann berbicara positif soal performa timnya; mereka baru menang sekali dalam tujuh laga. Untuk mengalahkan Motherwell pertama kali dalam lima pertemuan, mereka harus memperbaiki rekor kandang yang membuat mereka terbawah bersama Hibs dalam hal poin, tersedikit dalam jumlah gol bersama Aberdeen, dan terbanyak dalam kebobolan. Sementara itu, Motherwell datang dengan hanya satu kemenangan dalam sembilan laga serta empat kekalahan beruntun, dan masa bulan madu manajer baru Alfred Johansson tampaknya mulai berakhir meski ia sempat dipuji karena melanjutkan gaya permainan yang diwarisi dari Jens Berthel Askou.

Di Perth, rival sesama wilayah Tayside, St Johnstone dan Dundee United, berusaha melanjutkan kemenangan pada akhir pekan lalu. Dundee United jelas perlu mewaspadai top scorer sementara Premiership, Josh Fowler, yang telah mencetak lima gol hanya dari 10 percobaan gol — sebuah ketajaman yang bisa menentukan hasil laga.

Bagi Celtic, pertandingan melawan Hearts bukan sekadar laga biasa. Kekalahan di Lisbon membuat isu krisis ikut terbawa ke liga, sehingga kemenangan menjadi cara paling efektif untuk menutup perdebatan sekaligus menjaga jarak dua poin dari Rangers yang terus membayangi. Sebaliknya, Hearts melihat ini sebagai peluang emas: memangkas jarak menjadi dua poin di kandang lawan akan mengubah narasi perburuan gelar sepenuhnya.

Yang jelas, akhir pekan ini akan menunjukkan siapa yang mampu bangkit setelah lelah berlaga di Eropa dan siapa yang justru tenggelam dalam tekanan. Dari puncak klasemen hingga dasar tabel, hampir setiap laga punya taruhan tersendiri — dan bagi kedua wakil Skotlandia yang tersisa di kompetisi Eropa, hasil pada Minggu bisa terasa jauh lebih besar dari sekadar tiga poin.