Skip to content

Ronaldinho Comeback di Ravenna di Usia 46, Incar Gol ke-300

Ronaldinho comeback ke sepak bola Italia di usia 46 tahun. Legenda asal Brasil itu resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Ravenna, klub kasta ketiga Italia, dan sekaligus akan menjadi pemegang saham. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan harapan untuk mencetak gol ke-300 sepanjang kariernya.

Perkenalan ini berlangsung meriah meski cuaca tidak bersahabat. Ribuan penggemar berkumpul di sebuah pantai kota dalam acara yang disebut “Ronaldinho Day” dan rela menunggu di bawah hujan untuk menyaksikan mantan pemain Paris St-Germain, Barcelona, dan AC Milan itu. Padahal, Ronaldinho sudah pensiun dari sepak bola sejak 2015, sehingga momen ini terasa istimewa bagi para suporter yang merindukan aksinya.

Ronaldinho
PHILADELPHIA, PENNSYLVANIA – JUNE 19: Ronaldinho attends the FIFA World Cup 2026 Group C match between Brazil and Haiti at Philadelphia Stadium on June 19, 2026 in Philadelphia, Pennsylvania. Dan Mullan/Getty Images/AFP (Photo by Dan Mullan / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Ronaldinho Comeback di Ravenna dengan Target Gol ke-300

Dalam acara perkenalan tersebut, Ronaldinho menyampaikan rasa bahagianya bisa kembali merasakan atmosfer sepak bola Italia. “Saya sangat senang berada di sini bersama teman-teman, kami punya tim yang bisa melakukan sesuatu yang bagus,” ujarnya disambut antusiasme suporter. Ia juga menegaskan kehadirannya bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk membantu rekan setim memenangkan pertandingan.

Ronaldinho mengaku masih percaya diri dengan kondisi fisiknya saat ini. “Seperti yang Anda lihat, saya dalam kondisi prima, saya merasa baik-baik saja,” katanya. Ia juga berharap bisa menorehkan gol ke-300 dalam kariernya, sebuah pencapaian yang menurutnya akan membuat kembalinya semakin indah. Meski begitu, ia tidak mau memastikan kapan akan turun ke lapangan. “Apakah Anda akan melihat saya bermain? Saya tidak tahu, hanya pelatih yang tahu itu,” ujarnya.

Perjalanan Karier Ronaldinho: Dari Piala Dunia Hingga Pensiun

Ronaldinho menghabiskan karier gemilang di Eropa sebelum akhirnya kembali ke Brasil. Ia pernah berseragam Paris St-Germain, Barcelona, dan AC Milan, tiga klub yang membuat namanya dikenal di seluruh dunia. Karier profesionalnya resmi berakhir pada September 2015 ketika ia memainkan laga resmi terakhir bersama Fluminense.

Sepanjang masanya bersama tim nasional Brasil, Ronaldinho juga mencatat prestasi besar. Ia menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Piala Dunia 2002, bahkan mencetak gol kemenangan di perempat final melawan Inggris. Tiga tahun kemudian, pada 2005, ia memenangkan Ballon d’Or sebagai pemain terbaik dunia. Prestasi-prestasi inilah yang membuat namanya tetap dikenang hingga sekarang.

Kata Pemilik Klub: Kehadiran Ronaldinho Bukan Gimmick

Rencana Ronaldinho comeback ke Ravenna sebenarnya sudah diumumkan sejak Juni lalu. Saat itu, Ignazio Cipriani, pengusaha Italia-Amerika yang memiliki klub sejak 2024, menyampaikan kabar ini ketika menghadiri Piala Dunia di Miami. Kini rencana tersebut terwujud, dan Ronaldinho resmi diperkenalkan sebagai pemain sekaligus pemegang saham.

Cipriani menegaskan bahwa kehadiran Ronaldinho punya makna lebih dari sekadar publikasi. “Tujuannya romantis, untuk mencoba mencetak gol terakhirnya,” katanya. Ia juga membantah anggapan bahwa langkah ini hanya trik pemasaran untuk menarik perhatian. “Keterlibatannya bukan isyarat simbolis atau trik pemasaran untuk membuat orang membicarakan kami,” tegasnya.

Namun, para penggemar harus bersabar untuk melihat aksi Ronaldinho di lapangan. Cipriani mengonfirmasi bahwa Ronaldinho tidak akan tampil melawan Reggiana pada laga pembuka Serie C, Senin. Keputusan kapan ia debut sepenuhnya diserahkan kepada pelatih dan kondisi tim.

Ravenna dan Ambisi Kembali ke Serie B

Ravenna bukan klub sembarangan di kasta ketiga Italia. Musim lalu mereka finis di posisi ketiga Grup B Serie C, catatan yang membuat mereka percaya diri menghadapi musim baru. Target utama mereka adalah kembali ke Serie B, kompetisi yang terakhir mereka rasakan pada 2008.

Kehadiran pemain sekelas Ronaldinho tentu memberi warna tersendiri bagi perjuangan Ravenna. Meski usianya sudah 46 tahun, pengalaman dan kualitasnya masih bisa menjadi aset berharga. Diharapkan, aura positif dari sang legenda bisa membawa tim ini melampaui pencapaian musim lalu dan akhirnya menembus Serie B.

Kembalinya Ronaldinho ke Ravenna membuktikan bahwa usia tidak selalu menjadi penghalang untuk kembali melakukan apa yang dicintai. Ia datang dengan target sederhana namun penuh makna: mencetak gol ke-300. Di sisi lain, Ravenna berharap kehadirannya bisa menjadi pelecut semangat untuk kembali ke Serie B.

Apakah gol ke-300 itu akan tercipta? Jawabannya mungkin belum akan kita lihat minggu ini. Namun, satu hal yang pasti, Ronaldinho kembali bermain sepak bola, dan itu sudah cukup membuat para penggemarnya tersenyum.