Skip to content

Man City Punya Banyak Pekerjaan Rumah Usai Community Shield

Man City harus mengakui keunggulan Arsenal dan pulang dengan segudang pekerjaan rumah usai laga Community Shield. Pelatih Enzo Maresca secara terbuka mengatakan timnya masih memiliki banyak hal yang perlu dibenahi setelah takluk telak 0-3 dari The Gunners. Pertandingan yang berlangsung di Principality Stadium itu menjadi awal yang jauh dari ideal bagi Maresca di laga kompetitif pertamanya.

Kekalahan ini terasa semakin penting karena Community Shield merupakan ajang pembuka musim yang mempertemukan juara Premier League dengan pemenang FA Cup. Arsenal datang sebagai juara bertahan liga, sementara Man City harus mengakui superioritas mereka di lapangan. Hasil ini langsung menjadi sorotan karena City tampil di bawah standar dan kebobolan tiga gol tanpa balas.

Man City
Soccer Football – FA Community Shield – Arsenal v Manchester City – Principality Stadium, Cardiff, Wales, Britain – August 16, 2026 Manchester City’s Omar Marmoush receives medical attention after sustaining an injury Action Images via Reuters/Matthew Childs

Man City Community Shield: Tiga Gol Arsenal Hancurkan Laga Perdana Maresca

Laga pertama Enzo Maresca sebagai manajer Man City di kompetisi resmi berjalan sangat berat. Arsenal unggul cepat melalui Riccardo Calafiori yang mencetak gol pada detik ke-23, hanya beberapa saat setelah laga dimulai. Keunggulan itu kemudian diperbesar oleh Kai Havertz dan Martin Odegaard, mengunci kemenangan 3-0 untuk tim asuhan Mikel Arteta.

Gol cepat Calafiori jelas mengubah peta permainan, memaksa City mengejar ketertinggalan sejak awal. Meski sempat mencoba bangkit, mereka kebobolan lagi dan kehilangan kendali di babak-babak berikutnya. Bagi Maresca, hasil ini tentu bukan skenario yang diinginkannya dalam debut kompetitif sebagai pelatih City.

Rekor Kelam di Balik Kekalahan Man City

Kekalahan telak ini menempatkan Maresca dalam catatan sejarah yang kurang menyenangkan. Ia menjadi manajer City kedua setelah Harry Newbould yang kalah dengan selisih tiga gol atau lebih di laga perdananya, setelah Newbould menelan kekalahan 1-4 dari Arsenal pada 1906. Artinya, rekor buruk yang sempat terkubur lebih dari satu abad itu kini kembali menimpa City.

Arsenal memang telah menjadi lawan yang menyulitkan bagi City dalam beberapa tahun terakhir. Sejak awal 2025, hanya sekali City tertinggal tiga gol atau lebih saat menghadapi sesama tim Premier League, dan itu lagi-lagi terjadi melawan Arsenal. Kala itu, The Gunners menang telak 5-1 pada Februari 2025, menunjukkan pola dominasi mereka atas City.

Enzo Maresca Akui Man City Punya Banyak Pekerjaan Rumah

Maresca tidak menutup mata atas kekalahan ini. Ia menilai gol cepat Arsenal di awal laga berdampak besar pada jalannya pertandingan. Setelah kebobolan lebih dulu, City sebenarnya sempat menunjukkan reaksi, tetapi kebobolan kedua membuat segalanya makin rumit.

Pelatih asal Italia itu juga menyebut ada kesalahan yang membuat timnya semakin tertekan. Meski demikian, ia enggan memperbesar masalah karena musim masih sangat panjang. “Ini baru permulaan. Pekan depan Premier League dimulai, dan fokus harus kami arahkan ke sana,” kata Maresca kepada BBC Radio 5 Live.

Yang jelas, Maresca sadar betul bahwa timnya belum siap tampil sempurna. Ia bahkan menyebut “banyak hal yang harus diperbaiki” dan menegaskan perbaikan tetap dibutuhkan kendati nanti sudah mulai memenangkan pertandingan. Ini menunjukkan standar tinggi yang ia pegang sejak awal musim.

Statistik Jelas: City Kalah Selisih Gol dan Peluang

Dari sisi angka, City tidak sepenuhnya gagal menciptakan peluang. Mereka melepaskan 12 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang, tetapi hanya menghasilkan 0,8 expected goals (xG). Artinya, peluang yang dibuat City sangat minim kualitasnya dan tidak cukup untuk membobol pertahanan Arsenal.

Masalah lain yang mencolok adalah sulitnya City menghidupkan Erling Haaland dan Phil Foden dalam permainan. Kedua pemain kunci ini nyaris tidak mendapatkan suplai bola yang baik dari lini tengah. Alhasil, daya gedor City kehilangan ketajaman justru di laga sebesar Community Shield.

Catatan ini menjadi alarm bagi Maresca untuk segera membenahi koordinasi antarlini. Membangun serangan yang lebih efektif dan memanfaatkan setiap peluang menjadi prioritas sebelum Premier League dimulai. Jika tidak, tim-tim papan atas lain bisa memanfaatkan celah yang sama.

Jelang Premier League, Man City Wajib Segera Bangkit

Kekalahan ini datang di waktu yang kurang ideal karena musim resmi sudah di depan mata. Man City dijadwalkan memulai Premier League hanya sepekan setelah laga Community Shield, diawali dengan menghadapi Bournemouth. Maresca pun ingin segera mengalihkan fokus dari hasil buruk ini ke laga pembuka tersebut.

Maresca menegaskan bahwa kekhawatiran adalah hal yang wajar, bahkan ketika timnya menang sekalipun. “Secara umum, saya selalu khawatir, bahkan saat kami memenangkan pertandingan. Kami baru saja memulai dan masih banyak yang harus ditingkatkan,” ujarnya. Rencana selanjutnya adalah menganalisis kekalahan ini dan mulai memikirkan lawan berikutnya pada Selasa.

Pertandingan melawan Bournemouth akan menjadi ujian pertama bagi Maresca di Premier League. Hasil di Community Shield tidak boleh menjadi bayang-bayang yang mengganggu kepercayaan diri para pemain. Man City harus segera menunjukkan bahwa kekalahan telak ini hanya sebuah kecelakaan di awal musim.

Secara keseluruhan, kekalahan Man City dari Arsenal di Community Shield menjadi wake-up call yang serius. Rekor buruk, statistik yang menyesakkan, dan pengakuan Maresca tentang banyaknya hal yang harus dibenahi membuat publik makin menanti respons tim. Satu hal yang pasti, pekerjaan rumah besar sudah menunggu sebelum Premier League bergulir.

Mampukah Maresca membenahi semuanya dalam waktu singkat? Laga pembuka melawan Bournemouth akan menjadi jawaban awal, tapi perjalanan musim masih panjang. Man City perlu segera bangkit agar tidak kehilangan start penting dalam perburuan gelar.