Skip to content

Larangan Dua Pertandingan Quansah Membuat Bek Muda Inggris Hancur Hati

FIFA Jatuhkan Sanksi Dua Laga untuk Jarell Quansah

Jarell Quansah, bek muda andalan Inggris, menerima larangan dua pertandingan dari FIFA setelah kartu merah yang ia terima saat laga melawan Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia. Keputusan ini diumumkan pada hari Kamis dengan alasan pelanggaran serius yang ia lakukan dalam duel tersebut. Sang pemain dikabarkan sangat terpukul, apalagi ini terjadi di momen krusial turnamen.

FIFA menegaskan bahwa sanksi larangan dua pertandingan Quansah ini bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi skuad Inggris yang tengah bersiap menghadapi perempat final melawan Norwegia di Miami pada Sabtu mendatang.

Tuchel Harus Putar Otak untuk Posisi Bek Kanan

Dengan absennya Quansah, pelatih Thomas Tuchel kini dihadapkan pada dilema besar di posisi bek kanan. Reece James yang sebelumnya mengalami cedera hamstring dan absen dalam tiga laga terakhir disebut-sebut masih diragukan untuk tampil sebagai starter. Meski begitu, ada kemungkinan James bisa dimainkan sebagai pemain pengganti.

Opsi paling alami yang dimiliki Tuchel adalah menempatkan Djed Spence di posisi tersebut. Alternatif lain adalah menggunakan Ezri Konsa sebagai bek kanan — skema yang sudah ia coba setelah Quansah diusir keluar lapangan. Namun, Tuchel sendiri mengaku enggan mengganggu kemitraan Konsa dengan Marc Guéhi di lini pertahanan tengah.

Tuchel sebelumnya menyatakan ketidakpuasannya terhadap proses yang berujung pada kartu merah Quansah. Insiden terjadi pada menit ke-54 ketika bek Liverpool itu melakukan tekel keras terhadap bek kiri Meksiko, Jesús Gallardo. Wasit Alireza Faghani awalnya tidak memberikan pelanggaran, tetapi kemudian dipanggil untuk meninjau tayangan ulang di pinggir lapangan oleh asisten wasit video (VAR). Keputusan akhirnya berubah menjadi kartu merah setelah wasit melihat tayangan gerakan lambat dan gambar diam yang menurut FIFA dianggap sebagai pelanggaran serius.

Quansah

Masalah di Lini Tengah dan Depan Juga Menanti

Tuchel tidak hanya pusing dengan posisi bek kanan. Di lini tengah pertahanan, Guéhi juga sedang bergelut dengan cedera hamstring dan berlomba dengan waktu untuk bisa fit. Apakah bek Manchester City itu bisa berlatih pada hari Jumat masih belum jelas. Jika tidak, Tuchel kemungkinan akan memainkan John Stones sebagai pengganti.

Masalah juga muncul di lini tengah. Declan Rice masih dalam masa pemulihan dari sakit yang menyerangnya, sehingga kebugarannya menjadi tanda tanya besar menjelang laga melawan Norwegia.

Asosiasi Sepak Bola Inggris Kecewa, Banding Tidak Dimungkinkan

The Football Association (FA) dikabarkan sudah melakukan representasi kepada FIFA terkait proses keputusan kartu merah yang dinilai kontroversial. Sayangnya, turnamen ini tidak menyediakan hak banding untuk kartu merah. Namun, ada secercah harapan setelah FIFA secara kontroversial mencabut larangan satu pertandingan Folarin Balogun — striker Amerika Serikat yang juga mendapat kartu merah saat melawan Bosnia dan Herzegovina.

Bukayo Saka mengaku baru mengetahui kabar ini dan merasa frustrasi. “Sangat mengecewakan pasti, tapi ya sudah. Kami harus menghadapinya, beradaptasi, dan bersiap. Saya tidak tahu harus berkata apa soal keputusan Balogun. Itu keputusan FIFA,” ujarnya. Sementara itu, Nico O’Reilly menambahkan, “Saya sedih untuknya dan dia juga tidak senang dengan ini … tapi keputusan sudah diambil dan dia mulai menerimanya.”

Kesimpulan: Pukulan Telak Bagi Skuad Muda Inggris

Larangan dua pertandingan Quansah menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad Inggris di Piala Dunia ini. Dengan banyaknya masalah cedera dan kebugaran pemain, Tuchel harus pintar-pintar merotasi tim. Sementara itu, Quansah harus menelan pil pahit dan menunggu kesempatan berikutnya untuk membuktikan diri. Keputusan kontroversial FIFA juga kembali menjadi sorotan, apalagi dengan adanya perbedaan perlakuan terhadap kasus Balogun.