permainan slot

Kisah di Balik Transfer Mohamed Salah ke Trabzonspor

Soccer Football - Trabzonspor unveil new signing Mohamed Salah - Papara Park, Trabzon, Turkey - August 6, 2026 Trabzonspor's new signing Mohamed Salah REUTERS/Umit Bektas

Transfer Mohamed Salah ke Trabzonspor resmi terwujud setelah pemain asal Mesir itu menandatangani kontrak dua tahun di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati Stadion Papara Park. Di samping pemain berusia 34 tahun itu, Presiden Trabzonspor Ertugrul Dogan nyaris tak kuasa menahan senyum sepanjang prosesi penandatanganan. Sambutan luar biasa dari para suporter dalam beberapa hari sebelumnya sudah cukup membuat Dogan yakin bahwa ia telah melakukan gebrakan transfer yang luar biasa.

Kepindahan Mohamed Salah ke Trabzonspor sempat mengundang decak kagum sekaligus keheranan di dunia sepak bola. Banyak pihak memperkirakan pemain yang duduk di peringkat keempat pencetak gol terbanyak sepanjang masa Premier League itu akan berlabuh ke Arab Saudi atau Amerika Serikat. Namun, klub asal pesisir Laut Hitam itu justru memenangi perburuan tanda tangan bintang yang menghabiskan sembilan musim gemilang bersama Liverpool.

Di Balik Senyum Presiden: 35.000 Fans Sambut Salah

Upacara penandatanganan kontrak Salah digelar di hadapan 35.000 orang yang memenuhi stadion kebanggaan Trabzonspor. Bagi Dogan, momen tersebut menjadi pembuktian bahwa keputusannya memburu Salah adalah langkah yang tepat. Ia bahkan menyebut Salah sebagai pesepak bola Muslim terbesar di dunia sekaligus panutan yang berpengaruh.

“Dia pesepak bola Muslim terbesar di dunia. Dia adalah role model yang berpengaruh,” kata Dogan kepada BBC Sport Africa dan BBC Turkish. “Kami menggelar upacara penandatanganan Salah di depan 35.000 orang.” Dogan menambahkan bahwa dari setiap hal yang dilakukan Salah, terlihat jelas ia merasakan cinta dari para penggemar. “Dia juga mengatakannya kepada kami. Dia berterima kasih kepada kami,” ujarnya.

Bagaimana Trabzonspor Meyakinkan Salah?

Pertanyaan terbesar yang muncul di kalangan penggemar adalah bagaimana Trabzonspor bisa membujuk salah satu megabintang dunia untuk bergabung. Pasalnya, klub ini tidak bermain di Liga Champions dan hanya sekali menjadi juara Liga Turki sejak era keemasannya pada 1970-an hingga awal 1980-an. Namun, Dogan mengklaim kota Trabzon memiliki daya tarik yang tidak dimiliki klub mana pun.

Trabzon terletak di pesisir Laut Hitam, di sudut timur laut Turki yang berdekatan dengan perbatasan Georgia. Dengan jumlah penduduk sekitar 800.000 jiwa, kota ini bahkan tidak masuk dalam 20 kota terbesar di Turki. Meski begitu, Dogan dengan bangga menyebut Trabzon sebagai “kota satu klub terbesar di dunia”.

Salah sempat melontarkan pertanyaan kritis, “Mengapa saya harus memilih Trabzonspor sekarang?” Dogan pun menanggapinya dengan menceritakan tentang kota dan para pendukungnya. “Kamu bisa yakin akan bertemu dengan kelompok suporter yang belum pernah kamu alami sebelumnya. Kamu akan merasakan cinta tulus dari orang-orang itu,” ujar Dogan menirukan jawabannya. Keyakinan itulah yang akhirnya membuat Salah mantap meneken kontrak.

Ertugrul Dogan: Pengusaha yang Kini Pimpin Trabzonspor

Dogan adalah putra asli Trabzon yang lahir pada Januari 1977. Pria berstatus pengusaha ini membangun kekayaannya lewat berbagai usaha, mulai dari properti hingga kemiri. Ia kemudian merambah ke sektor energi dan mendalami bahan bakar nabati (biofuel).

Dogan resmi menjadi presiden Trabzonspor pada 2023, tidak lama setelah klub menikmati musim tersukses dalam ingatan terbaru, yakni menjuarai Liga Super Turki 2021-2022. Di bawah kepemimpinannya, tim berjuluk Black Sea Storm alias Badai Laut Hitam ini masing-masing finis di peringkat ketiga, ketujuh, dan ketiga. Musim lalu, mereka juga mengangkat trofi Piala Turki di bawah asuhan pelatih Fatih Tekke.

Saat ini Tekke tengah berjuang membawa timnya lolos ke Liga Europa meski kalah 1-0 pada leg pertama play-off melawan Ferencvaros dari Hungaria. Di tengah ambisi besar itu, Dogan ingin menjadikan Trabzonspor sebagai destinasi bagi talenta muda dari seluruh dunia. “Kami ingin membawa mereka ke level berikutnya, pindah ke klub-klub besar Eropa. Perpaduan pemain muda dengan pemain bintang—yang menjadi bintang dalam segala hal, gaya hidup, profesionalisme, senyum, energi positifnya. Mohamed Salah adalah contoh yang sangat baik dalam hal ini,” jelas Dogan.

Strategi Transfer Mohamed Salah ke Trabzonspor: Jual Muda, Beli Bintang

Pada bursa musim panas tahun ini, Trabzonspor melepas gelandang muda asal Pantai Gading, Christ Inao Oulai (20), ke Fiorentina dan penyerang Brasil Felipe Augusto (22) ke Zenit St Petersburg. Kedua pemain itu dijual dengan keuntungan besar setelah hanya satu musim berseragam Trabzonspor. Sebagai gantinya, klub mendatangkan pemain muda dari Albania, Belgia, Tanjung Verde, dan Portugal.

Dogan memang ingin menyeimbangkan talenta muda dengan nama-nama berpengalaman di skuadnya. Penjaga gawang Kamerun, Andre Onana, misalnya, kembali dipertahankan untuk musim kedua sebagai pemain pinjaman dari Manchester United. Namun, kesepakatan dengan Mohamed Salah lah yang dinilai menjadi pengubah permainan.

Dogan secara terbuka mengakui bahwa Salah akan menerima gaji 17 juta euro per tahun (sekitar 14,6 juta poundsterling atau 19,9 juta dolar AS), ditambah 20 persen dari penjualan merchandise dengan namanya. “Perhatian yang dihasilkan dan tingkat keterlibatan yang diciptakan di seluruh dunia tidak bisa begitu saja diberi nilai finansial secara langsung,” jelasnya.

Menariknya, hampir 70 persen gaji Salah pada tahun pertama sudah tertutup dari penjualan tiket musiman hanya dalam empat hingga lima hari setelah pengumuman kedatangannya. Target awal penjualan tiket musiman adalah 25.000, tetapi klub kini memperkirakan akan menembus angka 30.000. Sejumlah perusahaan besar juga mulai menghubungi Dogan untuk ikut meramaikan demam Salah ini. “Kami sedang melakukan diskusi penting di Turki, Eropa, dan juga dunia Arab,” ungkapnya.

Negosiasi Kilat: Lima hingga Enam Hari yang Mengubah Segalanya

Dogan mengungkapkan bahwa sebenarnya ada klub-klub Turki lain yang juga tertarik memboyong Salah. Namun, ada aturan tidak tertulis di Turki: jika satu klub sedang mengadakan pembicaraan, klub lain harus menunggu. Setelah para pesaing itu mundur, Trabzonspor baru berani memulai negosiasi.

Begitu pembicaraan berjalan, semuanya berlangsung sangat cepat. “Setelah kami mulai berbicara, kedua belah pihak benar-benar saling mendekat dengan tulus,” kata Dogan. Ia mengakui bahwa pihaknya sebenarnya sudah memburu Salah sejak Piala Dunia, tetapi tahu bahwa pemain itu sempat berkomunikasi dengan klub lain. Kesepakatan akhirnya tercapai hanya dalam waktu sekitar lima hingga enam hari.

Pertemuan pertama dilakukan melalui Zoom, dan saat itu keduanya baru saling mengenal. Kala itu Salah sedang berlibur di Mykonos, dan pembicaraan dilanjutkan kembali lewat Zoom. Setelah itu, Trabzonspor membawa Salah ke Istanbul untuk menjalani tes medis.

Debut dan Energi Kota yang Hidup untuk Sepak Bola

Dogan sengaja memilih Istanbul sebagai lokasi tes medis agar Salah bisa merasakan sambutan dari seluruh penjuru Turki, bukan hanya dari Trabzon. Ribuan penggemar pun memadati bandara saat Salah tiba, meski kedatangannya jatuh di tengah jam kerja. Pemandangan itu menjadi bukti betapa besar antusiasme publik terhadap kehadiran sang megabintang.

Salah menjalani debutnya di Istanbul saat masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua dalam laga imbang 1-1 melawan Kasimpasa pada pekan pembuka musim baru akhir pekan lalu. Ia dijadwalkan menjalani debut kandangnya di Trabzon pada hari Minggu. “Seluruh kota hidup untuk sepak bola,” kata Dogan. “Ke mana pun kamu pergi, di setiap sudut, kota ini memberikan energi dan kebahagiaan itu kepada pemain.”

Bagi Dogan, kedatangan Salah bukan hanya soal komersial, melainkan juga simbol ambisi besar Trabzonspor. Dengan kombinasi pemain muda dan bintang dunia, ia berharap klub kebanggaannya bisa melangk

Exit mobile version