Memasuki FPL Gameweek 4, banyak manajer mulai gelisah karena begitu banyak chip yang bisa dipakai, mulai dari Free Hit hingga Wildcard. Pakar FPL BBC Sport, Holly Shand, mengulas sejumlah dilema terbesar yang harus dijawab sebelum deadline, termasuk apakah pasar sedang mengarah pada Cole Palmer, Morgan Rogers, atau justru keduanya sekaligus. Pertanyaan ini muncul karena Chelsea tengah dalam performa menyerang yang tajam dan akan menghadapi tim promosi di kandang.
Keputusan pekan ini terasa krusial bukan hanya karena jumlah chip yang tersedia, tetapi juga karena bursa transfer fantasi bergerak sangat cepat. Lebih dari setengah juta manajer sudah mengarahkan dana ke satu nama tertentu di lini serang, sementara beberapa pemain bintang justru dihantui cedera. Situasi ini membuat setiap transfer terasa seperti taruhan antara mengejar momentum jangka pendek atau membangun tim untuk jangka panjang.
Dilema Utama Manajer FPL Gameweek 4: Chelsea, Palmer, dan Rogers
Penyerang Chelsea, Joao Pedro, dibanderol seharga £7,7 juta dan menjadi pemain paling banyak dimiliki di seluruh permainan, yaitu masuk ke 72,5% tim. Fakta bahwa Chelsea sudah mencetak delapan gol musim ini membuat banyak manajer berpikir inilah momen tepat untuk menambah aset mereka, apalagi lawan berikutnya adalah Hull City di kandang sendiri. Kombinasi harga terjangkau dan jadwal laga yang bersahabat membuat Joao Pedro sulit dilewatkan.
Sementara itu, Palmer (£9,6 juta) dan Rogers (£7,6 juta) sama-sama masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua saat Chelsea menghadapi Leeds United di ajang Carabao Cup pada Rabu. Palmer tampil menonjol dengan mencetak dua gol, termasuk satu dari titik penalti, sedangkan Rogers mencatatkan tiga assist dalam laga yang sama. Catatan itu memberi sinyal bahwa kedua pemain berada dalam kondisi siap tampil dan punya jalur yang jelas untuk mengumpulkan poin.
Jika anggaran memungkinkan, Palmer dianggap memiliki keunggulan karena ancaman golnya lebih besar sekaligus menjadi eksekutor penalti. Bagi manajer yang sedang memainkan Wildcard, opsi tiga pemain menyerang Chelsea sekaligus sebenarnya bisa dipertimbangkan. Namun risikonya nyata: menumpuk tiga aset dari satu klub berarti tim itu perlu mencetak dua gol atau lebih di hampir setiap pertandingan agar investasinya terbayar.
Gakpo atau Isak: Pilihan Liverpool yang Membingungkan
Di kubu Liverpool, Cody Gakpo (£7,3 juta) menjadi pemain paling banyak dibeli untuk Gameweek 4, dengan lebih dari 500.000 manajer baru merekrutnya menjelang laga kandang melawan Fulham. Sayangnya, ia tidak masuk ke skuad Liga Champions ketika Liverpool menghadapi Atletico Madrid pada Rabu malam akibat masalah adductor. Kondisinya kini diragukan, sehingga rencana yang terlihat sempurna di atas kertas bisa berubah dalam hitungan hari.
Alternatif yang tersedia adalah Alexander Isak, penyerang dengan perolehan poin tertinggi kedua di permainan berkat tiga gol dalam dua gameweek terakhir. Ketika sedang dalam periode produktif, Isak sulit dibendung dan bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan. Masalahnya, harga £9,1 juta membuatnya tidak mudah dijangkau tanpa mengorbankan pemain lain di skuad.
Dalam perbandingan ini, Gakpo tetap dinilai sebagai pilihan terbaik karena kontribusinya dalam menciptakan assist, selain harga yang lebih ramah. Situasi ini menempatkan manajer pada pilihan sulit: mengambil risiko pada pemain yang lebih murah tapi sedang cedera, atau membayar mahal untuk penyerang yang sedang dalam performa puncak. Mengetahui kabar kebugaran terbaru sebelum deadline menjadi kunci utama pekan ini.
Pemain Manchester United: Tahan atau Jual?
Shand mengakui bahwa sebagai penggemar Manchester United, pandangannya soal pemain Setan Merah bisa sedikit bias, namun ia tetap optimistis menghadapi Manchester City di Old Trafford pada Minggu sore. Ia merujuk pada laga liga pertama Michael Carrick sebagai pelatih pada Januari, ketika timnya menang 2-0, dengan catatan tujuh kemenangan dari delapan pertandingan kandang di liga. Rekor kandang itu menjadi dasar kepercayaannya bahwa hasil positif masih mungkin diraih.
Pada laga tersebut, Bryan Mbeumo (£7,9 juta) tercatat sebagai pencetak gol, sedangkan Bruno Fernandes (£12 juta) menyumbang satu assist untuk koleksi 10 poin. Fernandes saat ini memimpin jumlah tembakan di antara semua pemain dengan 15 percobaan, sementara empat peluang besar milik Mbeumo adalah yang terbanyak di antara para gelandang. Data tersebut menunjukkan keduanya masih punya peran sentral dalam skema serangan United.
Kesimpulannya, menjual pemain Manchester United tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa. Keduanya disebut sebagai pilihan untuk disimpan dalam jangka panjang, terutama karena mereka terlibat langsung dalam hampir setiap peluang berbahaya tim. Menahan mereka berarti bertaruh pada konsistensi peran, bukan sekadar mengejar tren transfer sesaat.
Pilihan Wildcard: Pertahanan Arsenal dan Opsi Hemat
Menurut Shand, performa lini belakang Arsenal sudah cukup meyakinkan untuk diinvestasikan sepanjang musim ini, dengan dua clean sheet dan hanya kebobolan satu gol. Gawang mereka bahkan baru menghadapi satu peluang besar, angka yang menunjukkan organisasi pertahanan yang rapi. Ezri Konsa (£4,4 juta) dinilai sebagai pembelian murah yang menguntungkan, dan bisa dipadukan dengan David Raya (£6 juta), Gabriel (£8 juta), atau Riccardo Calafiori (£5,7 juta).
Untuk lini serang, minimal dua pemain Chelsea layak dimasukkan, dengan Joao Pedro sudah menjadi bagian dari template di lini depan bersama Erling Haaland (£15,5 juta) yang mungkin sudah cukup mewakili Manchester City saat ini. Bagi yang mencari opsi murah di lini tengah, Pascal Gross (£5,6 juta) disebut sebagai salah satu pemain terbaik untuk diandalkan. Strategi ini menyeimbangkan aset premium dengan pemain berharga rendah agar struktur skuad tetap fleksibel.
Siapa Kapten Terbaik dan Apakah Calvert-Lewin Layak Diganti?
Jika memiliki Palmer, ia adalah kapten terbaik untuk Gameweek 4 berkat beragam jalur poin yang dimilikinya. Konfirmasi pada pertengahan pekan bahwa ia tetap menjadi eksekutor penalti pilihan pertama semakin memperkuat alasan tersebut, ditambah posisinya sebagai gelandang dengan jumlah tembakan di dalam kotak penalti terbanyak, yakni sembilan. Laga kandang Chelsea melawan Hull City menjadi target utama pekan ini, sehingga manajer tanpa Palmer disarankan melirik Rogers atau Joao Pedro sebagai alternatif. Nama Haaland juga tidak boleh dilupakan, karena ia punya lima gol dalam tiga pertandingan kompetitif terakhir menjelang lawatan ke Manchester United.
Di sisi lain, Dominic Calvert-Lewin (£6 juta) dari Leeds menjadi pemain yang melelahkan untuk disimpan karena hanya mencetak satu gol dalam tiga gameweek pembuka, meski sempat mendapat tiga peluang besar. Ia memang tampil di bawah ekspektasi, tetapi ada peluang membaik dengan laga kandang melawan Newcastle United dan Crystal Palace. Karena ia mencetak gol dari bangku cadangan di Carabao Cup, Shand memilih menahannya, terutama karena bursa transfer tengah ramai membicarakan pilihan murah lain seperti Yoanne Wissa (£6,2 juta) dan Thierno Barry (£5,6 juta) yang menurutnya tidak memiliki selisih kualitas berarti, sehingga tidak perlu memakai free transfer untuk menukarnya.
De Cuyper: Masih Menjadi Kode Curang untuk Bek Murah?
Untuk posisi bek berharga rendah, Maxime de Cuyper (£4,8 juta) dari Brighton tetap menjadi pilihan utama. Ia memulai musim dengan bermain di luar posisi aslinya sebagai pemain sayap, dan dari sana berhasil mengumpulkan satu gol serta dua assist dalam tiga gameweek pembuka. Fleksibilitas posisi ini membuatnya menjadi aset murah dengan potensi poin menyerang yang jarang dimiliki bek lain.
Meski begitu, susunan lini serang Brighton berpotensi berubah, yang bisa mendorong De Cuyper kembali ke posisi full-back, terutama ketika Kaoru Mitoma pulih dari cedera hamstring. Jika itu terjadi, kontribusi menyerangnya kemungkinan menurun dan nilainya sebagai pilihan murah ikut berkurang. Karena itu, Shand menilai De Cuyper adalah pilihan yang tepat di gameweek pertama, tetapi pada rentang harga yang sama ia kini lebih memilih Konsa dari Arsenal.
Secara keseluruhan, Gameweek 4 menuntut manajer untuk mengambil keputusan berdasarkan jadwal laga, kebugaran pemain, dan struktur skuad jangka panjang. Chelsea menjadi pusat perhatian dengan Palmer sebagai kapten ideal, sementara Gakpo dan Isak menyajikan dilema klasik antara harga dan risiko cedera. Menahan pemain Manchester United, memperkuat pertahanan Arsenal, serta berhati-hati dengan status De Cuyper menjadi langkah yang masuk akal.
Pada akhirnya, tidak ada jawaban tunggal yang cocok untuk semua manajer. Yang paling penting adalah memastikan setiap transfer punya alasan jelas, bukan sekadar mengikuti arus pasar sesaat, agar keputusan pekan ini tidak menjadi penyesalan di gameweek berikutnya.
