permainan slot

Thomas Tuchel: Biarkan Anak-Anak Nonton, Ini Panggilan Sepak Bola

Inggris Selamat dari Kejutan, Kane Jadi Pahlawan

Timnas Inggris nyaris mengalami mimpi buruk di Piala Dunia saat berhadapan dengan Republik Demokratik Kongo (DRC). Namun, Harry Kane tampil sebagai penyelamat dengan dua gol di 15 menit terakhir, membawa The Three Lions menang 2-1 dan melaju ke babak 16 besar. Kini, mereka harus bersiap menghadapi tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca.

Pertandingan yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, itu sempat membuat pendukung Inggris tegang. DRC unggul lebih dulu lewat Brian Cipenga. Ini pertama kalinya Inggris memenangi laga Piala Dunia setelah kebobolan lebih dulu sejak final 1966 melawan Jerman Barat.

England’s German head coach Thomas Tuchel arrives for a press conference as part of the 2026 World Cup football tournament in Kansas City on July 13, 2026. (Photo by JUAN MABROMATA / AFP)

Tuchel: Biarkan Anak-Anak Nonton, Ini Momen Langka

Laga Inggris vs Meksiko akan kick-off pukul 01.00 dini hari waktu Inggris. Manajer Thomas Tuchel secara khusus meminta para orang tua di rumah untuk mengizinkan anak-anak mereka begadang menonton pertandingan tersebut.

“Buat surat izin untuk sekolah dan biarkan mereka menonton sepak bola,” ujar Tuchel. “Mereka punya banyak hari sekolah, tapi Piala Dunia hanya sekali empat tahun. Biarkan mereka nonton. Akan ada pertandingan besar dalam empat hari, dan kami butuh dukungan semua orang, terutama anak-anak.”

Pernyataan Tuchel ini sontak viral dan mendapat respons positif dari para penggemar. Ia ingin generasi muda merasakan euforia Piala Dunia, apalagi ini adalah laga besar melawan tim tuan rumah yang tak terkalahkan di kandang sepanjang sejarah turnamen.

Kane Cetak Rekor, Puji Mentalitas Tim

Harry Kane kini telah mencetak 13 gol di putaran final Piala Dunia, memecahkan rekor Gary Lineker. Setelah pertandingan, ia memimpin selebrasi bersama pemain lain dan pendukung yang menyanyikan lagu “Wonderwall” dari Oasis.

“Kami bicara soal momen heroik. Bisa siapa saja di tim—saya, penyelamatan kiper, blok dari bek. Hari ini giliran saya,” kata Kane. “Kami harus sabar di laga seperti ini. Dua pertandingan terakhir serupa, dan saat memasuki fase gugur, tekanannya makin besar.”

Manajer Tuchel mengakui kemenangan ini membangun kepercayaan diri. “Ketika situasi sulit, kami selalu menemukan jawaban,” tambahnya.

Tantangan Meksiko: Azteca, Ketinggian, dan Rekor Tak Terkalahkan

Laga selanjutnya akan digelar di Estadio Azteca, Meksiko, stadion berkapasitas 87.000 kursi yang terletak di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut. Meksiko belum pernah kalah di stadion ini dalam laga Piala Dunia, dan mereka juga belum kebobolan satu gol pun selama turnamen.

Tuchel sadar altitude menjadi keuntungan besar bagi Meksiko. “Kami tidak bisa beradaptasi secara fisik hanya dalam empat hari. Tapi kami sudah menjalani pemusatan latihan di Miami dengan cuaca panas. Semoga itu membantu,” jelasnya.

Meksiko sendiri tampil impresif di bawah asuhan Javier Aguirre. Mereka menang atas Ekuador pada laga terakhir dan sudah meraih empat kemenangan beruntun di Piala Dunia kali ini. Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit.

Atmosfer Panas di Atlanta, Satu Suporter DRC Absen

Pertandingan di Atlanta disaksikan sekitar 10.000 pendukung Inggris, meskipun suhu mencapai 34°C. Suasana karnaval terasa sebelum kick-off. Namun, satu sosok yang biasa hadir di laga DRC—seorang suporter bernama Michel Nkuka Mboladinga alias “Lumumba Vea”—tidak bisa datang karena visa Amerika Serikat-nya ditolak. Ia dikenal selalu berdiri kaku dengan tangan terangkat selama pertandingan DRC.

Para pendukung DRC yang hadir tetap merayakan gol tim mereka dengan gegap gempita. Namun, Inggris akhirnya mampu menjaga ketenangan dan membalikkan keadaan berkat ketajaman sang kapten.

Kesimpulan: Inggris Siap Hadapi Ujian Besar

Dengan mentalitas pantang menyerah dan dukungan para penggemar—terutama anak-anak yang diizinkan begadang—Inggris bertekad menembus perempat final. Thomas Tuchel percaya timnya sudah menemukan panggung ideal untuk membuktikan diri. “Mungkin sekarang kami benar-benar siap. Rintangan akan datang, tapi kami akan menghadapinya,” pungkasnya.

Exit mobile version