Preston North End semakin dekat untuk menunjuk Graham Alexander sebagai pelatih baru mereka. Informasi yang dihimpun BBC Radio Leeds menyebutkan bahwa klub Championship tersebut tengah menuntaskan proses penunjukan bos Bradford City itu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya North End membenahi tim yang sedang terpuruk di awal musim.
Bradford City lebih dulu merilis pernyataan pada Kamis yang menegaskan bahwa mereka dengan “berat hati” memberi izin kepada pria berusia 54 tahun itu untuk berbicara dengan tim Championship yang sedang kesulitan. Izin tersebut penting karena Alexander masih terikat kontrak di Valley Parade hingga akhir musim depan. Sementara itu, posisi Preston memang tidak nyaman: mereka berada di urutan kedua dari bawah dan baru saja memecat Paul Heckingbottom awal bulan ini setelah kalah pada enam dari tujuh pertandingan liga pertama.
Bradford Memberi Izin dengan Berat Hati
Pernyataan resmi Bradford City menjadi kunci perkembangan terbaru ini. Klub mengaku memberikan izin secara “reluctant” atau berat hati, dan pilihan kata itu menunjukkan bahwa mereka sebenarnya berharap Alexander tetap bertahan. Dengan kata lain, pintu menuju Deepdale terbuka, tetapi Bradford tidak menyembunyikan keengganannya melepas sosok yang sedang membawa tim tampil apik.
Posisi Alexander saat ini masih sebagai manajer Bradford dengan kontrak yang berlaku sampai akhir musim depan. Artinya, Preston tidak bisa sekadar mengumumkan penunjukan, karena perlu ada kesepakatan dengan klub pemilik jasanya maupun dengan sang pelatih sendiri. Proses inilah yang membuat situasi ini disebut sebagai “semakin dekat” dan belum benar-benar tuntas.
Alasan keengganan Bradford cukup jelas terlihat dari performa tim. Alexander membawa Bantams ke puncak League One dengan lima kemenangan dari tujuh pertandingan pertama musim ini. Catatan itu menempatkan Bradford sebagai salah satu tim paling konsisten di kompetisi tersebut, sehingga kehilangan pelatihnya di tengah laju positif tentu terasa merugikan.
Kedekatan Graham Alexander dengan Deepdale
Graham Alexander bukan nama asing bagi pendukung Preston North End. Sebagai pemain, ia mencatatkan 372 penampilan liga dalam dua periode berbeda bersama tim yang bermarkas di Deepdale tersebut. Latar belakang itu membuat kedatangannya, jika terealisasi, akan terasa seperti pulang ke rumah sendiri.
Rekam jejak kepelatihannya pun tergolong luas. Selain Bradford, ia pernah menangani Fleetwood, Scunthorpe, Salford, Motherwell, dan MK Dons. Pengalaman menangani klub-klub dengan karakter dan level kompetisi berbeda menjadi salah satu nilai tambah yang mungkin dipertimbangkan Preston.
Sebagai pemain, Alexander juga memperkuat tim nasional Skotlandia. Kombinasi pengalaman bermain di level internasional dan kiprah panjang sebagai pelatih di berbagai divisi Inggris membuat profilnya dinilai cocok untuk pekerjaan berat di Championship.
Mengapa Preston Butuh Pelatih Baru Secepatnya
Preston North End memulai musim ini dengan hasil yang jauh dari harapan. Mereka kalah pada enam dari tujuh pertandingan liga pertama, sebuah catatan yang membuat manajemen kehilangan kesabaran. Akibatnya, Paul Heckingbottom dipecat awal bulan ini dan kursi kepelatihan hingga kini masih kosong.
Posisi di urutan kedua dari bawah klasemen membuat kebutuhan akan pelatih baru menjadi mendesak. Championship adalah kompetisi panjang yang tidak memberi banyak ruang untuk terus tertinggal, terutama bagi tim yang sejak awal harus berjuang menjauh dari zona degradasi. Setiap pekan tanpa sosok pemimpin di bangku cadangan berpotensi memperbesar masalah yang sudah ada.
Karena itu, langkah Preston mendekati Alexander dapat dibaca sebagai upaya mempercepat pemulihan. Mereka membutuhkan figur yang sudah memahami tekanan kompetisi Inggris, sekaligus mampu mengangkat moral skuad yang sedang rapuh setelah rentetan kekalahan.
Dari Puncak League One ke Zona Degradasi Championship
Jika benar pindah, Alexander akan berpindah dari tim yang sedang memuncaki League One ke tim yang terpuruk di Championship. Alexander sendiri mengambil alih Bradford pada November 2023 dan langsung meraih promosi dari League Two pada musim penuh pertamanya di sana. Pada musim 2025-26, ia membawa Bradford finis keempat di League One sebelum kalah dari Bolton Wanderers di babak play-off.
Perbedaan tantangan antara kedua klub sangat kontras. Di Bradford, ia menikmati momentum kemenangan dan berada di posisi yang diperhitungkan; di Preston, ia akan menghadapi situasi kebalikannya, yaitu tim yang butuh hasil cepat untuk keluar dari dasar klasemen. Pergeseran ini menuntut kemampuan adaptasi yang berbeda, terutama dalam mengelola ekspektasi dan menstabilkan performa dalam waktu singkat.
Bagi Bradford, kehilangan pelatih di tengah musim selalu berisiko mengganggu kesinambungan. Namun, sikap klub yang memberi izin menunjukkan bahwa mereka memilih menghormati peluang yang datang kepada pelatihnya, sembari tetap menegaskan bahwa keputusan itu diambil dengan berat hati.
Jadwal Berikutnya dan Apa yang Menanti
Preston North End akan menjamu Millwall pada laga pertama setelah jeda internasional, tepatnya Sabtu, 10 Oktober. Pertandingan itu bisa menjadi debut bagi pelatih baru jika proses penunjukan Alexander tuntas lebih dulu. Sebaliknya, jika negosiasi masih berlarut, Preston berpotensi menjalani laga penting tersebut tanpa sosok permanen di kursi kepelatihan.
Di sisi lain, Bradford memiliki agenda yang tak kalah padat. Laga League One berikutnya dijadwalkan pada 3 Oktober di markas Reading. Sementara pertandingan akhir pekan ini melawan Barnsley harus ditunda karena adanya pemanggilan pemain ke tim nasional.
Dinamika semacam ini biasa terjadi di sepak bola Inggris, ketika pelatih dari divisi bawah dilirik klub yang berada di kompetisi lebih tinggi. Bagi Alexander, tawaran Preston berarti peluang kembali ke klub yang pernah membesarkan namanya, sekaligus tantangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir karier kepelatihannya.
Kesimpulan
Preston North End dikabarkan semakin dekat untuk menunjuk Graham Alexander sebagai pelatih, setelah Bradford City memberi izin dengan berat hati. North End sendiri sedang berada di urutan kedua dari bawah setelah kalah enam kali dari tujuh laga pembuka, yang berujung pada pemecatan Paul Heckingbottom. Sementara itu, Alexander tengah menikmati performa impresif bersama Bradford di puncak League One.
Yang masih menunggu penyelesaian adalah detail kesepakatan, mengingat Alexander masih terikat kontrak hingga akhir musim depan. Jika semuanya berjalan lancar, laga melawan Millwall pada 10 Oktober bisa menjadi titik awal babak baru bagi Preston North End maupun bagi karier kepelatihan Graham Alexander.
