Gabriel Zakuani, mantan kapten Timnas DR Congo, punya keyakinan kuat bahwa negaranya bisa membuat kejutan besar saat melawan Inggris di babak 32 besar Piala Dunia. Ia bahkan menolak tawaran menjadi komentator pertandingan tersebut karena terlalu emosional. Dalam wawancara eksklusif, Zakuani mengungkapkan bahwa timnya telah menemukan kelemahan di lini belakang Inggris dan siap mengeksploitasinya.
Zakuani Yakin Inggris Punya Celah
“Ada celah di Inggris. Menurut saya itu sudah jelas terlihat,” ujar Zakuani. Ia merujuk pada performa Inggris yang kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan, seperti yang diperlihatkan Ghana di fase grup. “Saat Anda bertahan rapat melawan Inggris, mereka kesulitan menembus. Saya rasa mereka tidak memilih pemain yang mampu melakukan itu secara konsisten. Itu yang akan kami manfaatkan.”
Zakuani juga menekankan pentingnya menghentikan Jude Bellingham. “Jika Anda bisa menghentikan Bellingham, Anda bisa menghentikan sebagian besar serangan Inggris. Kami tim yang atletis dan bagus dalam bertahan. Saya rasa kami lebih baik dari Ghana dalam hal serangan balik.”
Kekuatan DR Congo dari Diaspora
DR Congo diperkuat banyak pemain yang lahir atau besar di Eropa, termasuk Aaron Wan-Bissaka, Noah Sadiki, dan Yoane Wissa. Hanya enam pemain dalam skuad yang lahir di RD Kongo. Zakuani, yang kini menjadi konsultan federasi, berperan besar dalam meyakinkan para pemain diaspora untuk membela Leopards. Ia bahkan mendatangi rumah Wan-Bissaka bersama pelatih Sébastien Desabre untuk membujuknya.
“Aaron tampil fantastis di turnamen ini. Saya pikir ia kurang beruntung tidak dipanggil Inggris, apalagi setelah menjadi pemain terbaik West Ham tahun sebelumnya. Saat panggilan itu tak kunjung datang, ia memutuskan sudah cukup dan memilih DR Congo,” jelas Zakuani.
Pemain Kunci Lainnya
Noah Sadiki, gelandang muda milik Sunderland yang dikabarkan diminati Chelsea dan MU, juga menjadi andalan. Axel Tuanzebe, bek Burnley, bahkan satu sekolah dengan Marcus Rashford di Ashton on Mersey. Sementara Fiston Mayele, yang mencetak gol kemenangan melawan Uzbekistan, adalah produk liga domestik yang kini bermain di Mesir.
Perjalanan Berat yang Membentuk Karakter
DR Congo lolos ke Piala Dunia setelah melewati jalan terjal: finis satu poin di belakang Senegal di grup kualifikasi, lalu menyingkirkan raksasa Afrika seperti Kamerun dan Nigeria di playoff, serta mengalahkan Jamaika di final antarbenua. Zakuani yakin pengalaman itu membuat timnya tangguh dalam tekanan.
“Perjalanan itu membentuk kami. Kami terbiasa bermain di laga hidup-mati. Semangat tim sangat terlihat. Di ruang ganti, semua pemain percaya bisa meraih hasil positif. Saya rasa laga ini akan lebih ketat dari yang orang kira,” pungkasnya.
Pertandingan DR Congo vs Inggris dijadwalkan berlangsung di babak 32 besar Piala Dunia. Jika Zakuani dan timnya mampu mewujudkan prediksi, ini akan menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen.
